Retatrutide 2026: Obat Obesitas Generasi Baru dengan Penurunan Berat Badan hingga 28,3%

25 Agustus 2026 | METABARIDIGESTIVE.ID

Retatrutide menjadi salah satu kandidat obat obesitas yang paling banyak mendapat perhatian pada 2026. Dalam uji klinis fase 3 TRIUMPH-1, obat investigasional ini menghasilkan penurunan berat badan rata-rata hingga 28,3% setelah 80 minggu pada dosis 12 mg. Sebanyak 45,3% peserta pada dosis tersebut mencapai penurunan berat badan sedikitnya 30%.

Hasil tersebut menarik karena berada pada tingkat penurunan berat badan yang secara historis dikaitkan dengan sebagian prosedur bariatrik. Namun retatrutide belum merupakan obat yang disetujui untuk penggunaan rutin, sehingga angka tersebut tidak boleh diterjemahkan sebagai bukti bahwa obat ini telah menggantikan operasi bariatrik atau terapi obesitas yang tersedia saat ini.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi semakin penting. Prevalensi obesitas pada penduduk dewasa telah mencapai 23,4%, sementara terapi berbasis incretin sudah mulai memasuki sistem pelayanan kesehatan Indonesia.

Perlu Diketahui

  • Retatrutide adalah obat investigasional yang bekerja pada tiga reseptor hormon: GIP, GLP-1, dan glucagon.
  • Dalam TRIUMPH-1, dosis 12 mg menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 28,3% setelah 80 minggu.
  • Dalam kelompok tertentu dengan BMI awal ≥35 kg/m² yang melanjutkan terapi hingga 104 minggu, penurunan rata-rata mencapai 30,3%.
  • Dalam TRIUMPH-2 pada peserta dengan diabetes tipe 2 dan overweight atau obesitas, penurunan berat badan mencapai 20,8% pada dosis 12 mg.
  • Dalam TRIUMPH-3 pada peserta dengan severe obesity dan penyakit kardiovaskular yang sudah ada, penurunan mencapai 22,6%.
  • Retatrutide masih merupakan obat investigasional.
  • Lilly menargetkan pengajuan kepada FDA pada kuartal pertama 2027.
  • Indonesia sudah memasuki era terapi incretin dengan adanya izin BPOM untuk tirzepatide, termasuk indikasi manajemen berat badan.
  • Retatrutide belum dapat dianggap sebagai pengganti metabolic/bariatric surgery.

Apa Itu Retatrutide?

Retatrutide adalah obat yang dirancang untuk mengaktifkan tiga jalur hormonal sekaligus, yaitu GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide), GLP-1 (glucagon-like peptide-1), dan glucagon.

Karena bekerja pada tiga reseptor tersebut, retatrutide disebut sebagai triple agonist.

Secara sederhana, perkembangan terapi dapat digambarkan sebagai berikut:

Semaglutide → GLP-1

Tirzepatide → GIP + GLP-1

Retatrutide → GIP + GLP-1 + glucagon

Konsepnya bukan sekadar menambahkan satu mekanisme lagi. Peneliti berharap kombinasi tiga jalur tersebut dapat menghasilkan efek metabolik dan penurunan berat badan yang lebih besar.

Namun, semakin banyak mekanisme tidak otomatis berarti semakin baik. Nilai klinis sebuah obat tetap ditentukan oleh keseimbangan antara efektivitas, keamanan, tolerabilitas, manfaat jangka panjang, akses dan bukti klinis.

Penurunan Berat Badan 28,3%: Seberapa Besar?

TRIUMPH-1 merupakan uji klinis fase 3 pada orang dewasa dengan overweight atau obesitas dan sedikitnya satu komorbiditas terkait berat badan, tetapi tanpa diabetes tipe 2.

Setelah 80 minggu, penurunan berat badan rata-rata adalah:

Retatrutide 4 mg: 19,0%

Retatrutide 9 mg: 25,9%

Retatrutide 12 mg: 28,3%

Placebo: 2,2%

Pada dosis 12 mg, 45,3% peserta mencapai penurunan berat badan sedikitnya 30%.

Untuk membayangkan skalanya, seseorang dengan berat awal 100 kg yang mengalami penurunan 28,3% akan kehilangan sekitar 28,3 kg dan memiliki berat sekitar 71,7 kg.

Tetapi angka tersebut merupakan rata-rata kelompok penelitian, bukan jaminan bahwa setiap orang yang menggunakan retatrutide akan kehilangan 28,3% berat badannya.

Respons individu dapat berbeda karena berbagai faktor, termasuk kondisi metabolik, karakteristik pasien, dosis, kepatuhan terhadap terapi dan faktor gaya hidup.

CATATAN : Angka 28,3% berasal dari topline results TRIUMPH-1 yang diumumkan Eli Lilly. Hasil topline harus dibedakan dari publikasi ilmiah lengkap yang telah melalui peer review.

Penurunan Bisa Mencapai 30,3% dalam Dua Tahun

Salah satu temuan menarik dari TRIUMPH-1 adalah hasil pada kelompok dengan BMI awal ≥35 kg/m² yang melanjutkan terapi dalam ekstensi penelitian.

Pada minggu ke-104, peserta yang mendapatkan retatrutide 12 mg mencapai penurunan berat badan rata-rata 30,3%. Pada kelompok dosis yang dititrasi hingga dosis maksimum yang ditoleransi, penurunan rata-rata mencapai 27,9% pada kelompok 4 mg, 29,5% pada kelompok 9 mg, dan 30,3% pada kelompok 12 mg.

Temuan tersebut penting karena salah satu tantangan terbesar pengobatan obesitas bukan hanya mencapai penurunan berat badan, tetapi mempertahankannya dalam jangka panjang.

Meski demikian, hasil ekstensi ini tidak boleh dibaca sebagai bukti bahwa semua pasien akan terus mengalami penurunan berat badan tanpa batas. Penelitian jangka panjang tetap diperlukan untuk memahami durability atau keberlangsungan manfaat terapi.

Halaman: 1 2 3

Tag: